About Me

header ads

Pertama Kali Belajar Ilmu Vibrasi Bersama Mas Arif RH: Sebuah Pengalaman yang Mengubah Cara Pandang Hidup

Bersama Mas Arif RH, Awal Belajar 

Tahun 2014, di salah satu ruang kelas SMK di Ketanggungan yang sore itu sengaja dikosongkan dari aktivitas sekolah, saya duduk berhadapan dengan sosok yang tenang, bersahaja, dan penuh wibawa. Namanya Mas Arif RH. Bukan dosen, bukan guru sekolah, tapi ilmu yang beliau bagikan sore itu benar-benar membuka pintu baru dalam pemahaman saya tentang kehidupan: ilmu vibrasi.

Awalnya saya tidak benar-benar tahu apa itu vibrasi. Yang saya tahu hanyalah sedikit gambaran dari buku-buku motivasi yang menyebut tentang frekuensi energi, hukum tarik menarik, dan semacamnya. Tapi semua itu terasa mengawang dan teoritis—hingga akhirnya saya duduk di kelas privat kecil itu.


"Semua Getar..." Kata Mas Arif

Mas Arif membuka sesi dengan kalimat sederhana namun menggugah,

“Semua di dunia ini bergetar. Termasuk kita. Pikiran, perasaan, dan tubuh kita, semuanya memancarkan getaran.”

Saya mengangguk, walau belum sepenuhnya paham. Tapi cara Mas Arif menjelaskan sangat membumi, tidak berat, dan membuat saya merasa sedang ngobrol santai, bukan sedang kuliah filsafat.

Kami tidak hanya bicara tentang energi. Kami bicara tentang bagaimana perasaan syukur, ketenangan, dan kasih bisa mengubah suasana hati dan bahkan mengundang perubahan nyata dalam hidup.

Mas Arif memberi contoh dengan sederhana,

“Coba kalau kamu marah, tubuhmu panas, napasmu berat, orang di sekitarmu ikut merasa tegang. Itu vibrasi. Tapi saat kamu bahagia dan ikhlas, suasana di sekitarmu jadi lebih adem, lebih bersahabat.”

Saya terdiam. Iya, itu nyata. Tapi saya belum pernah menyadari bahwa semua itu bisa dijelaskan secara energi.


Belajar Bukan Sekadar Mendengar, Tapi Merasakan

Kelas privat itu tidak hanya diisi dengan teori. Mas Arif membimbing saya untuk merasakan vibrasi diri sendiri.

Kami berlatih duduk hening, mengatur napas, dan menyadari emosi yang hadir tanpa harus menghakimi.

“Rasakan saja... tubuhmu, napasmu, dan perasaanmu. Kamu sedang menyetel frekuensi dalam dirimu.”

Dan benar saja. Ada rasa yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Seperti menemukan ruang baru dalam diri, tempat yang tenang, damai, dan kuat.


Kesan yang Tak Terlupakan

Hari itu hanya berlangsung sekitar dua jam, tapi dampaknya bertahun-tahun.
Saya belajar bahwa hidup bukan hanya tentang kerja keras di luar, tapi juga tentang menjaga vibrasi di dalam. Pikiran dan perasaan yang jernih akan memengaruhi tindakan, ucapan, bahkan hasil dari usaha kita.

Mas Arif tidak menggurui. Ia membimbing. Ia membuka pintu, dan membiarkan saya memilih jalan. Beliau memberi pemahaman bahwa hidup ini bisa lebih ringan, jika kita mau selaras dengan diri dan semesta.


Penutup: Awal Sebuah Perjalanan

Sejak pertemuan itu, saya jadi lebih peka terhadap energi—baik dari dalam diri maupun dari sekitar. Saya mulai belajar menerima diri, mengatur emosi, dan menyadari bahwa apa yang kita pancarkan akan kembali kepada kita.

Belajar vibrasi bukan berarti jadi orang aneh yang bicara tentang aura dan energi ke mana-mana. Bukan. Tapi tentang menjadi manusia yang lebih sadar, lebih tenang, dan lebih bersyukur.

Dan semuanya dimulai dari sore yang sederhana di sebuah kelas kosong di Ketanggungan, bersama Mas Arif RH.

Terima kasih, Mas.
Pelajaran itu tetap hidup sampai hari ini.